Gomez Tak Sekedar Melatih Namun Membangun Dinasti Persib
Hapus ini, isi Beberapa HPK Kalian
- hm_news -
sumber : indosport.com
Roberto Carlos Mario Gomez yang akrab disapa Abah Gomez oleh Bobotoh sedang membangun sebuah dinasti bersama Persib Bandung. Hal itu terlihat dari berbagai keputusan awal Mario Gomez ketika menangani Maung Bandung tersebut. Kebijakan-kebijakan Mario Gomez lebih menekankan kepada investasi jangka panjang dan menengah daripada investasi instan bagi Klub Bandung.
Ketika banyak Pelatih di Liga 1 meminta manajemen membeli pemain-pemain berlabel bintang, hal lantang pertama yang diteriakkan Mario Gomez adalah “lapangan tempat berlatih”.
"Dengar, kalian ingat beberapa hari lalu kami pernah berbicara tentang lapangan? Persib Bandung tidak punya tempat latihan dan tidak ada yang mendengar dari Persib menyiapkan satu lapangan untuk latihan, kami tidak punya (tempat latihan)," kata Gomez kepada wartawan di Bandung, Sabtu (20/1/2018).
"Mungkin bagi saya ketika kalah masih bisa berlanjut. Tapi untuk pemain dan Persib ini sangat penting, dan tidak ada yang peduli. Ini opini saya setelah 40 hari berada di sini tapi tidak ada yang mau mendengar," Ujar Mario Gomez seperti dilansir dari bolalob.com
Permintaan yang langsung membuka mata bobotoh bahwa klub sekelas Persib Bandung yang mampu membeli pemain bintang kelas dunia seperti Essien tak memiliki lapangan yang layak untuk menempa skill para pemainnya. Para petinggi klubpun langsung bereaksi dengan investasi jangka panjang yang Gomez suarakan di media.
Tak berhenti disitu, Gomez kembali menjadi sorotan ketika pilihan rekrutan anyarnya jatuh kepada muka-muka tak dikenal seperti Ardi Idrus, Sabil, Gozali, dan beberapa nama pemain muda lainnya. Dengan berani Gomez menolak nama-nama yang sudah tenar seperti Bobby Satria, Okto Maniani,bahkan Mempersilahkan seorang Ahmad Jufriyanto untuk meninggalkan Persib Bandung. Hal tersebut Ia lakukan demi meregenerasi skuad juara era Djadjang Nurjaman yang sudah mulai tergerus usia. Sebut saja Supardi, Atep, Hariono, I Made, Toni Sucipto, dan pemain lainnya yang sudah tak prima dalam bermain sepanjang 90 menit.
Gomez seakan belum cukup menjadi sorotan, Ia menepikan seorang bintang sekelas Essien yang memiliki kontribusi minim di lini tengah Persib Bandung. Mendepak Essien dan ngotot mendatangkan Joni Bauman membuat efek yang positif bagi lini penyerangan Persib. King Ezechiel yang selama satu musim kemarin dianggap kurang tajam langsung mampu mencabik-cabik gawang tiap lawan yang diahadapi oleh Maung Bandung. Hadirnya Joni bauman membuat ketajaman pemain Timnas Chad itu langsung meningkat tajam.
Pemberian kesempatan bermain bagi para pemain muda juga merupakan hal yang biasa dilakukan oleh Gomez dalam pertandingan Liga 1. Tentu hal ini akan berdampak positif bagi Persib bukan saja dalam musim ini tetapi juga beberapa musim ke depan karena memiliki pemain-pemain muda yang memiliki jam terbang tinggi dan matang dalam pertandingan pada musim berikutnya.
Target Mario Gomez jelas bukan saja memenangkan sebuah Gelar Liga 1 2018, tetapi lebih dari itu Mario Gomez sedang menancapkan tonggak awal Dinasti Kerajaannya di Persib Bandung. Mario Gomez bahkan mungkin menyadari bahwa targetnya bukanlah juara Liga 1 2018 tetapi mempersiapkan skuad yang tangguh untuk meraih kejayaan di tahun-tahun berikutnya di kancah sepakbola Indonesia seperti yang ia lakukan bersama Johor Darul Takdzim. Tahun ini Ia jadikan sebagai peletakan pondasi awal dinasti yang akan dia bangun. Ia tentu masih akan membangun komponen-komponen lainnya sehingga Dinasti yang ia inginkan bisa terwujud.
Sumber:
http://tz.ucweb.com/6_2Z8YN


0 Response to "Gomez Tak Sekedar Melatih Namun Membangun Dinasti Persib"
Posting Komentar